Sabtu, 12 Maret 2016

Lingkungan Hidup

Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

Kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu faktor terpenting untuk menciptakan kenyamanan, baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekitar. Setiap sekolah selalu mengajarkan anak didiknya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Bahkan, kebersihan sekolah banyak dilombakan untuk menarik minat sekolah agar mereka peduli kebersihan. Cara untuk menjaga kebersihan sekolah, di antaranya membuang sampah pada tempatnya, menghapus papan tulis, menyapu ruang kelas, dan lain-lain.

Pembagian piket kelas menjadi salah satu cara untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Petugas piket biasanya melakukan tugas membersihkan ruang kelas. Seperti menyapu kelas, menghapus papan tulis, dan menyiapkan spidol atau kapur tulis. Selain itu, setiap hari jumat selalu digunakan untuk melakukan kerja bakti membersihkan sekolah setelah pelajaran pertama selesai. Banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan "Jum'at Bersih. Selain lingkungan sekolah bersih, hubungan murid dan guru juga bisa semakin akrab dengan adanya kerja sama.

Kebersihan lingkungan sekolah adalah hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sekolah dan merupakan faktor yang sangat penting dalam meraih keberhasilan proses belajar mengajar. Kebersihan lingkungan sekolah akan lebih menjamin kebersihan seseorang dan menyehatkan. Kebersihan tidak sama dengan kemewahan, kebersihan adalah usaha manusia agar lingkungan sekolah tetap sehat terawat secara berkesinambungan




Puisi

Maafkan Kami
Dulu engkau begitu indah
Setiap pagi ku menghirup udara segarmu
Setiap siang hari ku merasa hangat karna sinarmu
Tapi kini engkau berubah
Semua orang tak memperdulikan engkau lagi
Mereka hanya sibuk dengan dunianya saja
Oh Bumi, maafkan kami
Kami hanya segelintir bagian darimu

Derai Cemara Udang
by: Katjha
Angin pantai disela gerimis
Mendera pelan, sejenak
Berteduh di bawah
Pohon-pohon cemara udang

Kemudian lenyap ke arah
Gubuk-gubuk bambu yang reot
Tanpa atap di tepian jalanan pantai

Senja ini..
Tiada yang romantis atau membiuskan angan
Ke dalam khayal yang beku
Dan ratusan hari terkubur diam

Pantai ini telah sepi..
Hanya derai cemara udang..
Hanya rintik gerimis yang tidak kunjung reda
Tidak juga menjadi hujan deras

Ada yang berubah
Pantai ini merubah dirinya menjadi teduh, hijau
Dan di beberapa sudut tumbuh padang rumput
Ada cemara udang, perahu nelayan
Yang sepuluh tahun yang lalu belum kulihat
Ini adalah pantai kenangan








Puisi Alam

by: Revo
Lihatlah hutan kita ini
Sedikit habis oleh orang-orang
Yang tidak memikirkan masa depan
Dia mementingkan pribadi tanpa peduli
Lewat puisi alam imi aku bertanya
Lewat curahan kata aku bicara

Indahnya tanahku di atas negeri
Ribuan pulau menyapa senyum bijaksana
Indonesia tercinta tetumbuhan menghijau
Aku lahir di sini

Di tempat surgawi
Tanahku subur penjajah suka buahku
Mereka berkelana dari kejauhan
Mereka datang berbondong

Akhirnya mereka pergi dengan semangat alam
Penjajah pergi, penjajah lenyap
Sekarang diri menjarah diri
Hutan kita habis berkeping

Sisa akar-akar yang suram
Satukan jemari, beri yang lain pencerahan
Cukup tanam satu tunas sehati
Atau lindungi yang sudah merambah

Tanpa kau ketahui kau melestarikan
Janin di masa mendatang
Sengaja gambar ini terpampang
Sengaja gambar ini tersimpan
Agar kita mengerti takkan ada lagi yang asri
Kalau kita tak peduli

ANGIN LAUT
by Kuntowijoyo
Perahu yang membawamu
telah kembali
entah ke mana
angin laut mendorongnya ke ujung dunia
Engkau tidak mengerti juga
Duduklah
Ombak yang selalu
pulang dan pergi.
Seperti engkau
mereka berdiri di pantai
menantikan
barangkali
seseorang akan datang dan menebak teka-teki itu.



TANAH AIRKU
Puisi Haris Rahmat Nugraha
Angin berdesir dipantai
Burung berkicau dengan merdu
Embun pagi membasahi rumput-rumput
Itulah tanah airku
Sawahnya menghijau
Gunungnya tinggi menjulang
Rakyat aman dan makmur
Indonesiaku
Tanah tumpah darahku
Jaga dan rawatlah selalu
Disanalah aku dilahirkan dan dibesarkan
Disanalah aku menutup mata
Oh….. tanah airku tercinta
Indonesia jaya…..


MALAM DI PEGUNUNGAN
Karya : Chairil Anwar
Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!
1947
SAJAK MATAHARI
Karya : W.S. Rendra
Matahari bangkit dari sanubariku.
Menyentuh permukaan samodra raya.
Matahari keluar dari mulutku,
menjadi pelangi di cakrawala.
Wajahmu keluar dari jidatku,
wahai kamu, wanita miskin !
kakimu terbenam di dalam lumpur.
Kamu harapkan beras seperempat gantang,
dan di tengah sawah tuan tanah menanammu !
Satu juta lelaki gundul
keluar dari hutan belantara,
tubuh mereka terbalut lumpur
dan kepala mereka berkilatan
memantulkan cahaya matahari.
Mata mereka menyala
tubuh mereka menjadi bara
dan mereka membakar dunia.
Matahari adalah cakra jingga
yang dilepas tangan Sang Krishna.
Ia menjadi rahmat dan kutukanmu,
ya, umat manusia !
Yogya, 5 Maret 1976



Artikel Lingkungan (Global Warming)

Berdasarkan informasi yang dilansir oleh Tempo, kondisi Greenland, pulau milik Negara Denmark yang sebagian tertutup oleh es kini makin mengkhawatirkan. Lapisan es di pulau itu mencair lebih cepat akibat kenaikan suhu laut dan udara. Salah satu tumpukan es di bagian timur laut yang diketahui mulai mencair sejak tahun 2003 baru-baru ini dikabarkan runtuh.
“Ini sangat mengejutkan karena kita tidak pernah menyangka akan kehilangan sedemikian banyak es di sisi timur laut Greenland”, kata Shfaqat Abbas Khan, peneliti iklim National Space Institute di Universitas teknik Denmarkyang juga menyebutkan bahwa  kondisi tersebut adalah rekor terbaru di Greenland. Laporan yang dimuat dalam jurnal Nature Climate Change edisi 16 Maret 2014 memaparkan hampir 10 miliar ton es hilang di bagian timur laut Greenland tiap tahunnya sejak tahun 2003. Padahal sisi itu dianggap paling stabil dan diprediksi tidak akan terpengaruh efek pemanasan global.
Akibat pencairan es skala besar ini, diperkirakan Greenland menyumbang sekitar 16 persen kenaikan permukaan air laut secara global. Ini semakin mengkhawatirkan karena bila seluruh volume es di Greenland meleleh total, permukaan laut global bisa naik hingga setinggi tujuh meter. Bisa dibayangkan, berapa pulau kecil yang akan hilang tersapu gelombang pasang ini.
Pemandangan menyedihkan akibat pemanasan global
Image courtesy of Joe Raedle/Getty Images – http://www.theatlantic.com/infocus/2013/07/greenland-a-global-warming-laboratory/100563/
Greenland merupakan daratan tertutup es kedua terbesar setelah Antartika. Lapisan es tebalnya menutup sekitar 2,1 juta kilometer persegi daratan atau 80 persen luas Greenland. “ Saat ini di dunia lebih banyak es yang pergi ketimbang yang datang” ujar Michael Bevis, yang merupakan rekan Khan sekaligus professor di Ohio State University. Mereka berdua menemukan garis gletser Zacharie di bagian timur laut pulau itu mundur sejauh 20 kilometer dalam rentang waktu 10 tahun terakhir. Untuk bahan komparasi saja, garis gletser Jakobshavn yang berada di sisi barat daya pulau mundur sejauh 35 kilometer dalam 150 tahun terakhir. Padahal gletser Jakobshavn dikenal sebagai gletser dengan pergerakan tercepat di dunia. “Dalam waktu singkat, kita punya area yang ternyata bergerak lebih cepat daripada gletser ini di masa depan,” kata Khan.
Keadaan ini berpotensi membawa efek buruk untuk seluruh daratan Greenland. Lapisan es di sisi timur laut membentang hampir sejauh 600 kilometer hingga ke pusat pulau. Lapisan es itu juga yang terhubung ke inti cadangan es Greenland. Hasil ini sangat mengejutkan lantaran perkiraan hilangnya es di bagian timur laut jauh lebih tinggi daripada di sisi lain pulau itu. Hal inilah yang juga memantik argumentasi di antara para ilmuwan peneliti Greenland. Ian Joughin, pakar gletser dari Polar Science Centre, Washinton University, mengatakan “Tidak ada yang pernah melihat tanda-tanda hilangnya es dalam jumlah sebesar ini”. Dari 178 gletser di Greenland yang mengalami pencairan, gletser Zacharie hanya kehilangan sekitar 20 miliar ton es pada rentang tahun 2000 hingga tahun 2012. Berdasarkan studi yang dimuat oleh Geophysical research Letters pada bulan Februari lalu, terhitung hanya empat gletser yang dianggap memiliki kontribusi separuh dari total es Greenland yang mencair sejak tahun 2000. Tak ada satu pun diantaranya yang terletak di wilayah barat laut.
Temuan ini memiliki dampak langsung ke wajah planet bumi di masa depan, meliputi perubahan iklim dan alasan di balik pencairan es di wilayah tersebut. Seperti yang kita ketahui, lapisan es Greenland yang sangat banyak itu akan berbahaya apabila mengalami pencairan dalam skala besar dan disebut-sebut memiliki potensi sebagai salah satu sumber bencana bumi di masa yang akan datang, lebih tepatnya beberapa abad dari sekarang. Bagi beberapa orang, es di Greenland saja memiliki cukup banyak es untuk menenggelamkan bumi.
Bongkahan es yang hanyut ini awalnya adalah sebuah bukit es yang besar
Image courtesy of David Adam – http://www.theguardian.com/environment/2009/mar/10/greenland-ice-sheet-climate-change
Seorang penulis utama Qinghua Ding yang juga ilmuwan penelitian ilmu atmosfer mengatakan bahwa Greenland dan bagian tetangganya Kanada telah mengalami beberapa pemanasan yang paling ekstrim sejak 1979 dengan kelajuan kira-kira 1 derajat celcius per decade atau dua kali rata-rata global. “Kita harus mengerti kenapa dalam 30 tahun terakhir ini pemanasan global tidak terjadi di seluruh daerah secara merata,” katanya.
Sementara itu, sebuah penelitian internasional IceGeoHeat yang diketuai oleh GFZ German Research Centre for Geosciences menilai pengaruh mantel dan kerak bumi akan perubahan iklim saat ini terlalu sederhana. Mereka membuat semacam model mantel bumi dan efeknya terhadap lapisan lalu menemukan pencairan hanya terjadi di daerah tertentu saja karena komposisi mantel di bawahnya relatif lebih tipis. Penelitian ini menggunakan observasi serta komputer model canggih untuk menampilkan suhu yang lebih hangat di bagian barat Samudera Pasifik telah menyebabkan perubahan atmosfer di atas Atlantik Utara. Permukaan daerah itu sebelumnya telah mengalami penghangatan sekitar setengah derajat tiap dekadenya sejak tahun 1979.
Dalam sebuah studi baru, variasi alami penghangatan paling luar biasa di bagian barat Pasifik adalah dekat kepulauan Papua Nugini. Semenjak pertengahan tahun 1990, permukaan air mengalami peningkatan suhu sehingga menghangat kira-kira 0,3 derajat dari biasanya. Fenomena ini, sebagaimana ditunjukan oleh model computer, mempengaruhi tekanan udara regional. Awalnya berasal dari gelombang stasioner di atmosfer yang bergerak bagai lingkaran busur besar dari kawasan tropis di Pasifik menuju Greenland, sebelum akhirnya berbalik kembali di atas Atlantik.
Contoh artikel lingkungan hidup : film Chasing Ice – 2012
Image courtesy of http://www.imdb.com/title/tt1579361/
Sebuah film berjudul Chasing Ice memiliki pesan dramatis yang berhubungan dengan kejadian ini. “Es sepertinya sangat sensitif terhadap penumpukan gas rumah kaca, lebih dari yang kita pernah sangka, “kata Mike Wallace, seorang professor ilmu atmosfer di Washington University. Variasi alam juga mampu mempercepat atau memperlambat laju pencairan gletser Greenland dalam beberapa dekade mendatang. Namun dalam jangka panjang, kitalah manusia yang menjadi komponen penentu kecepatan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar